Sistem Koloid

Bismillahirrahmanirrahim...
Berhubung besok saya mau ada ulangan kimia, jadi saya mau tulis sedikit materinya di sini. Ya, itung-itung buat belajar

Fase/wujud dari materi/zat ada 3, yaitu :

  1. Cair
  2. Gas
  3. Padat
Apabila 2 fase zat dicampur, akan menghasilkan zat yang berbeda dari sebelumnya. Proses pencampuran ini dinamakan dispersi. Pada hasil dari dispersi ini, ada zat terdispersi dan pendispersi. Zat terdispersi jumlahnya lebih sedikit, sedangnya Pendispersi jumlahnya lebih banyak.

Dari proses dispersi, ada 3 kemungkinan zat yang terbentuk, yaitu  :
  • Larutan
  • Suspensi
  • Koloid
Perbedaan dari ketiga jenis hasil dispersi di atas adalah :
   1. Larutan
           - Jumlah fasenya 1
           - Bersifat homogen
           - Ukuran partikel >100 nm
           - Tidak dapat disaring
           - Stabil, tidak memisah
           - Contoh : larutan gula, udara
   2. Suspensi
           - Jumlah fasenya 2
           - Bersifat Heterogen
           - Ukuran partikel <100 nm
           - Dapat disaring
           - Tidak stabil
           - Contoh :  pasir yang diaduk di air
  3. Koloid
           - jumlah fasenya 2
           - bersifat heterogen
           - Ukuran partikel 1-100 nm
           - Dapat disaring hanya dengan penyaring ultra
           - Stabil, tidak memisah
           - Contoh : tepung dalam air ( dengan konsentrasi sama), buih, parfum semprot

Jenis-Jenis Koloid  :


Pembuatan Koloid
Prinsip daripada pembuatan koloid ini adalah mengubah ukuran partikel ( memperbesar / memperkecil )

Memperbesar ukuran
Proses untuk membesarkan ukuran menjadi ukuran koloid disebut kondensasi. Proses ini melibatkan reaksi kimia, yaitu : reaksi hidrolisis, reaksi redoks, reaksi dekomposisi rangkap, reaksi penggaraman.

Memperkecil ukuran
Prosenya dinamakan dispersi. Ada 3 cara dispersi yang dapat dilakukan, yaitu :
  • Dispersi langsung (mekanik). Dilakukan dengan memperkecil ukuran zat terdispersi sebelum dmasukkan ke medium zat pendispersi. Caranya dapat dengan digerus, ditumbuk, dihaluskan, dsb. sampai pada ukuran tertentu
  • Homogenisasi. Dilakukan dengan mencampurkan zat terdispersi ke zat pendispersi dengan mesin homogenisasi.
  • Peptisasi. Dilakukan dengan memecah partikel-partikel berukuran besar dengan zat pemecah tertentu. Contoh : Sol AgCl dibuat dengan menambah HCl dalam endapan AgCl
  • Busur Bredig. Cara ini dilakukan khusus untuk membuat koloid logam. Dilakukan dengan meletakkan logam pada kedua ujung elektroda, kemudian dialiri listrik. Listrik tersebut akan mengahasilkan bungan api yang nantinya menyebabkan suhu semakin tinggi dan logam yang dialiri listrik akan menguap.
Sifat-Sifat Koloid
   1. Efek Tyndall, yaitu penghambutan sinar oleh partikel koloid
       contoh : Lampu senter yang semakin jauh semakin besar cahanyanya, begitu pula dengan proyektor; cahaya matahari yang dihamburkan oleh awan
   2. Gerak Brown, yaitu gerak acak partikel koloid akibat tumbukan partikel terdispersi terhadap pendispersi. Partikel terdispersi akan terpental dan menumbuk partikel yang lain.
   3. Adsorbsi, yaitu penyerapan partikel-partikel kecil yang ada disekitar koloid akibat adanya tegangan pada permukaan koloid
   4. Elektroforesis, yaitu pergerakan partikel koloid akibat adanya medan listrik
       contoh : knalpot pada motor ramah lingkungan, dimana asap hasil pembakaran disaring dahulu agar udara yang keluar adalah udara bersih
   5. Koagulasi, koloid akan menggumpal apabila mengalami proses : 
             a. Pemanasan
             b. Pendinginan
             c. Ditambah asam
             d. Ditambah elektrolit yang berbeda muatan. contoh : air sumur kotor yang berlumpur ditambah dengan tawas
   6. Kestabilan, koloid umumnya kurang stabil. Untuk menjaga kestabilannya dapat dilakukan dengan menghilangkan matan koloid atau penambahan stabilisator koloid
   7. Dialisis, menghilangkan ion-ion pengganggu yang ada pada koloid. Caranya dengan memasukkan koloid ke dalam kantong semipermeabel. Selaput ini dapat melewatkan molekul air dan ion-ion, tetapi tidak dapat dilewati oleh koloid. Apabila kantong ini dimasukkan ke dalam air, ion pengganggu akan menembus keluar dari kantong dan koloid tetap berada di dalam.

source gambar :
http://alfikimia.files.wordpress.com/2011/05/jenis-koloid.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0IF9eQ1wea1wEQTBxpxJtn9c0jQRkbjXup93kR7wt-qgSZcKL4ceb9B6bv0jKB5aucBO-XGAEd1jLW4W20Y4Lq9u-UtlciWZ_TPnKXxXXKOJZMBnC5UBxzOnLPVY7so3rOjE5K3RuqY0/s1600/koloid.JPG

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Track Record Ramadhan to Ramadhan Ala TKJBeh

Cara Mengecek Pensil 2B Computerable atau Tidak